Selingan Mengenai Cinta
Selingan Mengenai Cinta
Seperti
kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai
untuk
menghukum, mengusir atau membingungkan orang. Tapi lebih dari
segalanya,
diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang
karena
memberinya ”ruang”. Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa
gemar menasehati, mengatur,
mengkritik bahkan mengomel.
Tidak
semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi sampai
menjadi
pertengkaran yang hebat. Bila anda memikirkan hal ini, berarti
anda siap
memberikan kado ”kesediaan mengalah”. Kesediaan untuk
mengalah
juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari
bahwa tidak ada manusia yang
sempurna di dunia ini.
Aku
bertanya pada Bunda, bagaimana memilih Lelaki Sejati ?
Bunda
menjawab, Nak..........
Laki-laki
Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar,
Tetapi
dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya
Laki-laki
Sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang,
Tetapi
dari kelembutannya mengatakan kebenaran
Laki-laki
Sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya,
Tetapi
dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa
Laki-laki
Sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia dihormati ditempat
bekerja,
Tetapi
dari bagaimana dia dihormati di dalam rumah
Laki-laki
Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan,
Tetapi
dari sikap bijaknya memahami persoalan
Laki-laki
Sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang,
Tetapi
dari hati yang ada dibalik itu
Laki-laki
Sejati bukanlah dilihat dari banyaknya wanita yg memuja,
Tetapi
komitmennya terhadap wanita yang dicintainya
Laki-laki
Sejati bukanlah dilihat dari barbel yang dibebankan,
Tetapi
dari tabahnya dia menghadapi lika-liku kehidupan
Laki-laki
Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya membaca kitab suci,
Tetapi dari konsistennya dia
menjalankan apa yang ia baca
Jika ingin
berlari, belajarlah berjalan duhulu,
Jika ingin
berenang, belajarlah mengapung dahulu,
Jika ingin
dicintai, belajarlah mencintai dahulu.
Pada
akhirnya, lebih baik menunggu orang yang kita inginkan, ketimbang
memilih
apa yang ada.
Tetap
lebih baik menunggu orang yang kita cintai, ketimbang memuaskan
diri
dengan apa yang ada.
Tetap
lebih baik menunggu orang yang tepat, Karena hidup ini terlampau
singkat
untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah, karena menunggu
mempunyai
tujuan yang mulia dan misterius.
Perlu kau
ketahui bahwa Bunga tidak mekar dalam waktu semalam,
Kota Roma
tidak dibangun dalam sehari,
Kehidupan
dirajut dalam rahim selama sembilan bulan,
Cinta yang
agung terus bertumbuh selama kehidupan.
Kebanyakan
hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama, Dan
penantian
kita tidaklah sia-sia.
Walaupun
menunggu membutuhkan banyak hal - iman, keberanian, dan
pengharapan
- penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorangpun
bayangkan.
Pada
akhirnya. Tuhan dalam segala hikmat-Nya, meminta kita menunggu,
karena alasan yang penting.
Memang
menyakitkan ketika kita mencintai seseorang namun ia tak
membalasnya,
tetapi yang lebih menyakitkan adalah ketika kita mencintai
seseorang
dan kita tidak pernah dapat menemukan keberanian untuk
mengungkapkan
perasaan kita kepadanya.
Sebuah hal
yang menyedihkan dalam hidup ketika kita bertemu dengan
seseorang,
yang sangat berarti bagi kita hanya untuk mengetahui pada
akhirnya
seseorang tersebut tidak ditakdirkan untuk bersama kita,
sehingga kita harus dengan
berat hati membiarkannya pergi dan berlalu.
Cinta
dimulai dengan sebuah senyuman, kemudian tumbuh dengan sebuah
kecupan,
dan berakhir dengan air mata. Ketika kita dilahirkan, kita
menangis
begitu kerasnya sementara orang-orang disekeliling kita
tersenyum
bahagia. Ketika kita menanggalkan hidup maka, kita adalah
pihak yang
tersenyum begitu bahagia... sementara orang diseliling kita
menangis.
Sebenarnya
kita tidak perlu memeras otak terlalu keras untuk mengerti
cinta. Bahkan
semakin keras kita memikirkan cinta, maka semakin lelah
pula kita.
Cinta adalah untuk dirasakan, bukan dipikirkan. Yakinlah bahwa
cinta yang
kita inginkan akan datang pada saat yang tepat. Namun bukan
berarti
kita hanya duduk menanti cinta.
Sebarkanlah
cinta pada keluarga, sahabat-sahabat kita dan sesama.
Dengan
memberikan cinta, maka kita telah ”mengundang” cinta untuk
datang.
Kita hanya perlu membuka hati. Biarkan kecantikan hati kita
memancar,
mempesona cinta-cinta yang terbang disekeliling kita hingga
akhirnya
hinggap dan bersemayam di hati selamanya.
Open your heart, then it will
find its own way…..
Jodoh
adalah rahasia Tuhan. Kita tidak pernah tahu apakah suami, istri,
ataukah
kekasih kita saat ini adalah benar-benar soulmate atau jodoh kita.
Tuhan
telah menciptakan manusia berpasang-pasangan, sebagaimana yang
telah
disebutkan di dalam kitab suci. Masalahnya apakah kita bisa
menemukan
belahan jiwa itu. Kita mungkin tidak pernah menyadari bahwa
jodoh kita
sebenarnya adalah orang yang selama ini ada di depan kita,
cuma kita
yang terlalu ”sibuk” mencari bahkan sampai ke belahan dunia
yang
berbeda sekalipun. Tidak ada salahnya sama sekali jika kita berusaha
mendapatkan
orang yang kita inginkan. Hanya saja terkadang kita terlalu
optimis
dan sama sekali lupa bahwa ada faktor X, yaitu kekuatan ilahiyyah
(keTuhanan)
yang sesungguhnya sangat menentukan dalam proses
pencarian kita.
Berdoalah
kepada Sang Pencipta, apabila kita telah menemukan seseorang
yang kita
harapkan, atau apabila telah menikah dan dikaruniai putra-putri,
atau
bahkan belum menemukan belahan hati, semoga orang yang akan
bersama
kita atau yang sedang bersama kita saat ini adalah jodoh kita,
sekarang dan selamanya.